Leicester Menang Di Kandang Sendiri

leicester-vs-crystal-palace

Hasil pertandingan pekan kemarin antara Leicester City kontra Crystal Palace berakhir untuk kemenangan tuan rumah Leicester. Skor yang meyakinkan, yaitu 3-1 akan menjadi modal penyemangat anak asuh Ranieri tersebut dalam menlakoni laga-laga lainnya. Bermain di depan pendukungnya sendiri, The Foxes mampu tampil sebagai pemenang dan sekaligus berhasil mengantongi poin penuh pada laga tersebut.

Kemenangan indah dan sangat berarti bagi Vardy CS, karena dalam beberapa pekan ini, juara bertahan Liga Inggris itu harus jatuh bangun dalam meraih kemenangan. Performa serta permainan yang menurun menjadi tugas berat bagi Ranieri. Melawan Crystal Palace adalah momen tepat untuk mendapatkan kemenangan guna memperbaiki posisi mereka pada klasemen sementara.

Penyerang berkewarga negaraan Nigeria, Ahmed Musa menjadi pembuka gol bagi tuan rumah. Di menit ke-42 pemain depan berusia 24 tahun tersebut mampu melesakkan bola ke gawang tim tamu. Gol pembuka seolah-olah telah membakar semangat para anak asuh Ranieri. Tekanan dari para pendukung yang menginginkan klub mereka memperbaiki posisinya di klasemen itu membuat Vardy dan kawan-kawan harus ekstra keras untuk meraih tiga poin.

Shinji Okazaki Tampil Merepotkan

shinji-okazaki

The Foxes patut berterimakasih kepada penyerang berpaspor Jepang, yakni Shinji Okazaki. Di pasang sebagai gelandang serang, meskipun posisi sebenarnya adalah seorang penyerang. Ranieri menempatkan pemain tersebut tepat berada di belakang Ahmed Musa. Permainan Okazaki benar-benar memberikan dampak positif bagi rekan-rekannya pada saat laga berlangsung.

Seperti tidak mengenal rasa lelah, dirinya itu terus berlari dan selalu berusaha menempatkan posisi yang membuat perhatian para pemain bertahan Crystal Palace menjadi terpecah. Menit ke-63 Okazaki benari-benar mencetakkan namanya di papan skor. Keunggulan sementara ini menjadi permainan tim tamu semakin tidak berkembang dan praktis hanya bisa bertahan.

Ranieri memberikan instruksi untuk terus melakukan serangan-serangan. Okazaki menjadi kreator serangan yang sangat berbahaya pada laga tersebut. Beberapa kali dirinya memberikan umpan-umpan matan dan terukur namun penyelesaian Vardy masih kurang bagus, sehingga gagal dalam mencetak gol.

Pelatih Leicester, Alan pardew harus berfikir untuk bisa menyerang sang juara bertahan. Bermain bertahan dan sudah tertinggal dua gol, Crystal Palace semakin terpuruk pada laga tersebut. Ranieri mencoba untuk mengendurkan serangan, tapi semua itu justru membuat permainannya menjadi tidak berkembang.

Sekali lagi melalui serangan balik cepat yang dilakukan anak-anak tuan rumah membuat skuad Alan pardew semakin terpuruk. Kali ini gol Leicester di sumbang oleh Christian Fuchs. Posisinya seorang pemain bertahan tapi mampu mencetak gol melalui serangan balik cepat. Menit ke-85 dirinya itu telah mengubah papan skor menjadi 3-0 untuk keunggulan sementara tuan rumah.

Tidak ada jalan lain untuk Crystal Palace untuk bermain menyerang jika tidak ingin dipermalukan. Selang 5 menit dari gol ketiga, Cabaye berhasil memperkecil kekalahan menjadi 3-1. Sampai babak kedua berakhir, satu-satunya gol hiburan untuk tim tamu tidak bertambah.

Menjaga Performa Kemenangan

ranieri

Seusai laga, Ranieri melakukan sesi jumpa pers. Dirinya terlihat sangat puas dengan hasil yang didapat. Menang 3-1 adalah modal bagus agar skuadnya bisa mengakhiri hari-hari buruk sepanjang beberapa pekan. Sebagai juara bertahan tidak seharusnya berada di posisi papan tengah dan jauh dari tangga juara.

“Saya senang dan cukup puas dengan apa yang mereka lakukan di lapangan tadi. Permainan menarik telah kami peragakan sepanjang pertandingan. Hanya saja tuga kami sekarang adalah menjaga performa kemenangan ini agar bisa selalu dekat dengan kami,” jelas Ranieri kepada media olahraga di Inggris.

Kemenangan ini di persembahkannya untuk para pendukung The Foxes karena telah setia kepada tim meskipun saat ini sedang tidak bagus keadaannya.  Setelah menjuarai Liga Inggris, anak asuh Ranieri tampak selalu kesulitan dalam meraih setiap tiga poin.