Arsenal Bayangi City Di Puncak Klasemen

arsenal

Pasukan meriam London atau yang biasa dikenal dengan nama Aresenal, terus membayangi pasukan Manchester City pada puncak klasemen sementara. Kubu meriam London berhasil menang dengan skor cukup meyakinkan yakni 1-4 melawan Sunderland.

Meski bermain dikandang musuh ternyata tidak mebuat permainan Arsenal menjadi berubah. Anak asuh Arsene Wenger itu memainkan bola-bola cepat ciri khas mereka. Operan pendek dan terukur mampu dimainkan dengan cantik oleh jendral lapangan tengah mereka Mesut Ozil.

Masuk di pekan ke-10 Liga Inggris ini ternyata Arsenal masih cukup konsisten dalam menjaga gaya permainannya. Meskipun begitu, meriam London selalu saja kesulitan jika sudah memasukan paruh musim. Melawan Sunderland menjadi sebuah kesempatan besar untuk meraih poin maksimal.

Gol tim tamu berhasil di cetak oleh Alexis Sanchez dengan dua golnya dan Olivier Giroud yang memborong dua gol. Sedangkan tim tuan rumah hanya mampu memperkecil kekalahan lewat satu-satunya gol melalui Jermian Defoe dari titik putih pinalti.

Kemenangan manis ini membuat pasukan meriam London tak tergoyahkan di posisi ke-2 pada klasemen dan terus memberikan ancaman-ancaman kepada Manchester City. Anak asuh Arsene Wenger itu hanya tinggal menunggu terpelesetnya pasukan Guardiola pada laga yang akan datang.

Memiliki perolehan poin sama yakni 23 dari 10 kali pertandingan yang sudah berlangsung benar-benar membuat posisi lima besar semakin menegangkan. Dibawah Arsenal ada Liverpool yang juga memiliki poin sama yaitu 23. Ini akan menjadi musim yang ketat untuk memperebutkan posisi teratas pada klasemen sementara Liga Inggris.

Hasil Memuaskan

arsene-wenger

Arsenal meraih banyak kemenangan dengan skor yang cukup besar dan itu sangat bagus sekali ketika sebuah tim memiliki poin sama dengan pemuncak klasemen. Kemenangan pasukan meriam London ini memberikan hasil yang memuaskan kepada jajaran dan rekan-rekan Arsene Wenger.

Suporter begitu yakinnya bahwa tim kesayangannya itu akan mendapatkan juara Liga Inggris pada musim ini jika gaya permainan dan performa tim terus stabil sampai laga terakhir. Menurut mereka kekuatan Arsenal sudah cukup ideal untuk bisa mendapatkan gelar pada musim ini, bahkan bisa mendapatkan dua gelar sekaligus.

“Tim ini telah menunjukkan kelasnya kepada suporter dan apa yang sudah kami raih sampai saat ini adalah untuk mereka (suporter) yang selalu memberikan semangat kepada kami agar bisa memberikan kemenangan dan gelar juara. Saya sangat bersyukur bisa memiliki suporter seperti ini,” jelas Wenger yang memuji kedewasaan para suporter dalam melihat performa anak asunhnya.

Ozil Pengatur Serangan Berbahaya

mesut-ozil

Gelandang serang berpaspor Jerman, Mesut Ozil merupakan pemain tengah dengan naluri menyerang yang sangat baik sekali. Kemampuannya mengolah si kulit bundar, membaca permaianan dan kreativitas dalam melakukan serangan menjadi kreator utama kubu Arsenal ketika melakoni setiap pertandingan.

Ozil memang cukup berbahaya jika dibiarkan terus berkembang menguasai jalannya laga. Ia akan terus melakukan tekanan-tekanan kepada tim lawan dengan cara yang kreatif. Kemampuannya menunda pergerakan bola dan melakukan serangan dengan umpan terukur menjadi keahliannya dibawah arahan Arsene Wenger.

“Dia adalah jenderal lapangan tengah kami. Pemain seperti ini sangat jarang ada di dunia sepakbola. Dirinya mampu mengetahui kapan harus menunda serangan dan kapan harus melakukan serangan dengan cepat. Saya sangat menyukai cara ia (Ozil) bermain dan memainkan perannya di lini tengah,” ujar Wenger.

Kemenangan 1-4 saat melawan Sunderland tidak lepas dari kreator serangan Ozil di lapangan. Beberapa kali pemain berusia 28 tahun itu mampu mengecoh lawannya dengan pergerakan-pergerakan cantik. Ditambah umpan-umpan terobasan yang sangat memanjakan para penyerang di depan akan membuahkan peluang emas bagi Arsenal.

Main Di Emirates Arsenal Di Tahan Imbang

arsene-wenger

Pasukan meriam London, Arsenal hanya mampu bermain imbang dengan skor kacamata melawan Middlesbrough. Meski bermain di Stadion Emirates, klub yang diasuh oleh Arsene Wenger itu tidak mampu berbicara banyak pada babak ke-9 Liga Inggris beberapa hari lalu.

Bernafsu bisa menang dalam laga tersebut demi menyodok posisi atas dan menggeser City pada klasemen ternyata tidak sesuai harapan.

Sejumlah peluang berhasil diciptakan oleh tuan rumah. Kotak pinalti Middlesbrough menjadi ajang para pasukan meriam London tersebut dalam memborbardir tim tamu.

Dukungan penuh dan sorak-sorak pendukung Arsenal tidak ada henti-hentinya memberikan nyanyian-nyanyian memberi semangat.Kualitas pemain diatas rata-rata yang dimiliki The Gunners ternyata tidak bisa memberikan kemenangan pada laga tersebut.

Bermain setengah lapangan, pasukan Arsene Wenger tidak ada hentinya memberikan tekanan terus menerus terhadap lini pertahana tim tamu.

Memberikan serangan yang mengalir dari segala lini harus kandas beberapa kali dari rapatnya dan disiplinnya para pasukan The Boro (julukan Middlesbrough).

Cara Bermain Arsenal

arsenal-vs-middlesbrough

Hasil imbang tanpa gol yang dilakoni oleh Arsenal telah membuat pelatih mereka merasa kecewa. Gaya permainan dengan umpan-umpan pendek terukur dan cepat ternyata belum bisa memberikan hasil maksimal.

Wenger merasakan kekecewaan karena cara bermain serta strategi yang di terapkan tidak juga membuahkan gol barang satupun hingga pluit babak kedua berakhir.

“Hari ini rekan-rekan di lapangan sedang tidak beruntung. Strategi dan cara mereka bermain sudah sangat bagus tapi tidak ada satupun peluang yang berbuah menjadi gol, untuk kemenangan kami,” kata Wenger memberikan penjelasan kepada media lokal. Rasa kecewanya melihat anak asuhnya itu tidak bisa memberikan satu gol pun, membuat dirinya merasa heran.

Arsenal mengendalikan jalannya pertandingan semenjak pluit babak pertama dibunyikan sampai berakhirnya babak ke-2.

sanchez

Para gelandang pasukan meriam London dengan nyamannya melakukan pergerakan mulai dari lini tengah hingga ke kotak Pinal. Ozil, Walcot, Iwobi dan Sanchez sering membuang banyak peluang yang seharusnya bisa menjadi gol untuk memastikan puncak klasemen Liga Inggris.

“Pemain kami selalu memberikan tekanan sepanjangan pertandingan, tapi tidak satupun gol tercipta. Kesalahan terletak pada kami, kurang efiesiennya dalam melakukan penyelesaian menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki. Dia (Ozil) terlalu sering memaksakan bermain individu dan Sanchez juga terlalu sering kalah ketika berduel dengan pemain belakang mereka,” jelas Wenger.

Gagal Kudeta City

Arsene Wenger bukan hanya kecewa dengan hasil pertandingan, tapi dirinya juga merasa kesal karena The Gunners juga gagal melakukan kudeta terhadap Man City. Seharusnya jika saja pada laga tersebut, pasukan meriam London bisa meraih tiga poin maka posisi pucuk bisa mereka ambil alih.

“Saya kecewa dengan hasil ini, visi dan misi kita sudah sepakat untuk melengserkan pemuncak klasemen tapi inilah sepakbola tidak tahu kapa anda akan bermain bagus dan menang,” jelas sang pelatih.

Pemain yang di dominasi oleh para pemain muda telah memberikan tenga lebih pada setiap serangan. Arsenal tidak bisa memanfaatkan peluang dan selalu memberikan penyelesaian akhir yang berujung sia-sia.

Melawan Middlesbrough seharusnya bisa menjadi ajang The Gunners dalam meraih tiga poin, tapi sangat disayangkan anak asuh Wenger itu tidak mampu memberikan pesta pada laga tersebut di kandang sendiri.

Liga Inggris : 5 Besar Klasemen Hanya Terpaut Satu Angka

liga-inggris

Pekan ke-9 pada jadwal Liga Inggris sudah berakhir. Banyak kejutan pada pekan tersebut. Ketatnya persaingan memperebutkan puncak pada klasemen sementara Liga Inggris membuat liga ini menjadi perhatian media olaharga di berbagai negara. Lima besar di klasemen hanya terpaut satu angka.

Liga Inggris memang terkenal paling ketat dalam persaingan antar klubya. Tidak heran kenapa tim-tim di negeri Elizabeth itu mau menggelontorkan dana besar hanya untuk membeli sejumlah pemain ternama di dunia. Sepert Manchester City, Chelsea, Aresenal dan Manchester United berani mengeluarkan dana hingga triliunan agar bisa membuat klubnya itu menjadi juara.

Belanja pemain di Inggris terbilang paling boros, hal tersebut tidak lepas dengan adanya pemilik-pemilik klub yang memiliki dana besar. Berani mengeluarkan dana besar untuk membelanjakan pemain, membuat kompetisi Liga Inggris menjadi sangat ketat sekali. Lima besar di klasemen sementara dengan perolehan poin yang ketat menunjukkan betapa sengitnya liga tersebut.

Pasukan Pep Guardiola, Manchester City masih betahan di posisi puncak klasemen dengan mengumpulkan poin 20. Meskipun berada di pucuk klasemen, tidak serta merta Sergio Aguero CS bisa merasa tenang. Poin mereka sama dengan Arsenal dan Liverpool yang memiliki 20 poin.

Bukan hanya itu saja, jika City tidak waspada dan lengah sedikit saja, bisa jadi akan terlempar ke posisi lima pada klasemen jika sampai kalah. Keadaan yang sulit ini memang harus menjadi perhatian bagi Guardiola jika tidak ingin tim yang diasuhnya terlempar keluar lima besar. Chelsea dan Tottenham berada di posisi tiga dan empat dengan raihan poin sama-sama 19.

Melihat keadaan klasemen yang begitu ketat, bisa dipastikan jika ada salah satu tim dari lima besar tersebut ada yang tersandung maka akan terlempar dari posisi lima besar. Pasukan Antonio Conte yang baru saja berhasil menchancurkan MU di kandang sendiri siap memberikan teror kepada pemuncak klasemen.

City Gagal Menjauh Dari Kejaran Arsenal

manchester-city

Manchester City yang saat ini menjadi pemuncak klasemen sedang bernasib tidak bagus. Bermain di kandang sendiri ternyata tidak bisa menolong tim besutan Guardiola untuk meraih tiga poin.

Ditahan imbang oleh tim tamu Southampton dengan skor 1-1 membuat posisinya di klasemen semakin tidak bagus. Beruntungnya Arsenal juga bermain imbang melawan Middlesbrough dengan skor kacamata 0-0.

Guardiola dinilai harus bisa lebih mengembangkan permainan menyerang dan bertahan dengan baik jika ingin menjaga posisi klub di klasemen sementara Liga Inggris. Melawan Southampton pada pekan ke-9 terlihat beberapa kali pertahanan mereka sering melakukan kesalahan-kesalahan fatal, termasuk satu gol Southampton yang berawal dari kesalahan pasukan Guardiola.

Guardiola Akui Liga Inggris Paling Sulit

pep-guardiola

Pelatih City, Pep Guardiola adalah seorang pelatih hebat. Bersama Barcelona dan Bayern Munchen, dirinya telah berhasil memberikan banyak gelar serta gaya permainan menyerang yang luar biaa. Kini bersama Man City, ia di tuntut untuk bisa memberikan gelar juara Liga Inggris musim ini.

Meskipun telah sukses di berbagai tim sepertinya tidak membuat dirinya menjadi lebih mudah dalam melakoni debutnya melatih City. “Liga Inggris cukup sulit karena banyak terdapat pemain hebat pada masing-masing klub,” jelas Guardiola.

“Perlu sebuah strategi dan formasi yang hebat agar bisa memberikan kemenangan pada sebuah tim di Inggris. Liga ini memang benar-benar banyak menguras pikiran saya,” tandas mantan pelatih Barca dan Munchen itu.

Klasemen : Arsenal Tempel Ketat City

arsenal

Persaingan untuk merebut posisi atas pada klasemen Liga Inggris semakin seru, Dua tim besar bersaing ingin menjadi ‘raja’ di Primer League. Pemuncak klasemen sementara, Manchester City sedang tidak aman posisinya. Arsenal menempel ketat dibawahnya dengan raihan poin sama yaitu 19 dari 6 kali meraih poin penuh, 1 kali imbang dan hanya menelan sekali kekalahan.

Semenjak bergulirnya musim tahun ini, pasukan The Gunners mampu memberikan kesan bagus pada setiap laga yang dimainkannya. Semenjak menghajar Chelsea dengan skor telak 3-0 di Stadion Emirates beberapa pekan lalu, penampilan anak asuh Arsene Wanger ini mendapatkan kepercayaan yang sangat tinggi sekali.

Performa penampilan meriam London itu mampu memberikan tontonan menarik pada setiap laga yang dimainkannya. Kekuatan disetiap sektor mampu dimaksimalkan dengan baik oleh sang pelatih. Wanger, cukup berbangga karena bisa memberikan kualitas permainan menjanjikan, meskipun materi pemain mereka bisa dibilang adalah anak muda. Daya juang yang tinggi dan penerapan strategi dinilai menjadi salah satu kelebihan tim tersebut pada musim ini.

“Momentum ini harus dijaga dengan baik, karena kami memiliki kebiasaan buruk. Tim akan merasa berat untuk menang ketika memasuki pertengahan musim. Tapi klub ini telah belajar dari musim-musim lalu soal melorotnya performa diakhir kompetisi,” jelas Wanger yang menyikapi naiknya performa klubnya tersebut.

Pelatih dengan julukan The Professor itu memberikan pernyataan kepada media olaharga lokal bahwa dirinya siap mempersembahkan gelar juara Liga Inggris pada musim ini. Dari pernyataan tersebu merupakan ancaman serius bagi pasukan Citizens. Guardiola memang mampu memberikan perubahan pada segi permainan City, tapi Liga Inggris merupakan kompetisi paling kompetitif di dunia dan itu seharusnya bisa disadari oleh mantan pelatih Barcelona itu.

Arsenal Tebar Ancaman Untuk Pemuncak Klasemen

Man City bisa dipastikan tidak akan nyaman duduk di posisi pertama pada klasemen sementara. Arsenal dengan kekuatan anak-anak mudanya akan selalu memberikan ancaman kepada mereka. Skuad yang tidak terlalu bagus jika dibandingkan dengan City ini mampu memberikan ancaman dan siap melakukan kudeta kepada anak asuh Guardiola.

arsene-wanger

Kekuatan The Gunners bisa dibilang cukup merata dari mulai penjaga gawang sampai lini depan mereka. Hebatnya The Professor mampu meracik strategi yang memadukan antara pemain muda dengan para juniornya. Banyak pemain berbakat terlahir dari sepakbola akedemi mereka dan kini siap menebarkan ancaman kepada City.

Menantikan Kesalahan City

Liga Inggris yang sudah memasuki pekan ke-9 akan membuat tiga besar pada klasemen akan semakin ketat persaingannya. Arsenal dan Tottenham memiliki peluang sama dalam menyingkirkan Man City dari pemuncak klasemen.

“Tim anak muda ini harus bisa memberikan kemenangan dari setiap laga yang akan dimainkan. Tottenham bisa saja mendepak kami dan City jika terpeleset pada pertandingan berikutnya,” pungkas Wanger.

Sejatinya Arsenal memang menunggu kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh City, tapi mereka juga harus menjaga jalur kemenangan jika tidak ingin posisinya diambil alih oleh peringkat ke-3 yaitu Tottenham Hotspurs.

Guardiola Tidak Nyaman Dengan Klasemen

manchester-city

Dalam pernyataannya kepada media, pelatih Manchester City itu mengatakan bahwa dirinya merasa terganggu dengan setiap ancaman-ancaman yang diberikan oleh Arsenal. “Berada di posisi pemuncak dengan poin sama, saya rasa itu sangat tidak bagus. Kami harus bisa memberikan kemenangan dengan banyak gol,” tandasnya.

Meskipun ancaman kian besar datang dari klub asal London, tapi Guardiola merasa jalannya liga masih sangat panjang dan semua posisi pada klasemen masih bisa berubah-ubah. “Ancaman memang selalu datang pada tim seperti kami, tapi musim ini masih sangat panjang. Setiap tim bisa saja merebut posisi pertama pada klasemen,” jelas pelatih berumur 45 tahun itu.