Blind : Kami Harusnya Bisa Menang

jose-mourinho

Apalagi yang harus dikatakan oleh skuad Manchester United saat menjamu tim yang terglong dibawah mereka yaitu Burnley pada laga ke-10 Liga Inggris beberapa hari lalu. MU sejatinya sangat membutuhkan kemenangan demi meraih tambahan tiga poin dan merangkak naik ke posisi atas klasemen sementara. Tapi anak asuh Jose Mourinho tidak mampu memberikan tambahan tiga poin pada laga kali itu karena hanya mampu bermain imbang tanpa gol.

Kegagalan setan merah (Julukan Manchester United) dalam memenangkan laga membuat beberapa dari skuad tersebut merasa frustasi. Serangan telah mengalir bergitu deras ke kubu pertahanan Burnley, tapi skor kacamata berakhir sampai laga berakhir. Jose Mourinho telah memberikan segalanya kepada Man United pada laga itu, strategi dan instruksinya benar-benar di terapkan dengan baik oleh anak asuhnya tersebut, hingga mengurung habis pertahanan tim tami.

Pertahanan Manchester United terbilang cukup santai, Daley Blind yang dipasang sebagai pemain bertahan menggantikan Eric Bailly yang cedera saat melawan Chelsea beberapa hari lalu. Penampilan pemain bertahan MU bermain cukup rapih dan disipilin. Sesekali Blind membantu serangan  dan dengan cepat ia melakukan pertahanan kembali ketika timnya kehilangan penguasaan bola.

Setan merah sebenarnya menciptakan banyak sekali peluang dan tendangan yang mengarah ke gawang. Namun sangat disayangkan sekali, tidak ada satupun peluang yang bisa mengubah papan skor pada pertandingan tersebut. Blind cukup menyesalkan atas hasil imbang ini, ia sangat kecewa karena timnya itu terlalu sering membuang peluang besar dan menyia-nyiakannya.

Menurutnya permainan MU kali ini mampu menghibur banyak penggemar dan seharusnya kami layak menang tapi sekali lagi, pemain berambut gondrong itu merasa kecewa karena tidak ada gol satupun tercipta dari sekian banyak peluang. Jose Mourinho selalu memberikan instruksi untuk terus menakan sampai terciptanya gol, dan itu sudah dilakukan oleh para gelandang MU.

“Kekuatan tim kami seharusnya bisa memberikan kemenangan atas laga tadi, penguasaan bola sepenuhnya telah kami kendalikan. Tapi sayan sangat menyesalkan rekan-rekan saya yang berada di depan terlalu banyak membuang peluang dan menyia-nyiakannya,” jelas Blind dengan rasa kecewanya seusai laga.

Ibra Paceklik Gol

ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic satu-satunya penyerang andalah Jose Mourinho dalam menggedor jala lawan ternyata harus berpuasa dari gol-golnya. Pemain bertubuh jangkung dan memiliki keunggulan pada tendangannya yang keras dan sundulan kepalanya ini tidak bisa berbuat banyak di depan gawan Burnley.

Begitu banyak peluang yang ia dapat namun tidak satupun bisa menjadi sebuah gol, membuat pada pendukung The Red Devils merasa heran. Sebagian suporter bahkan memberikan saran kepada Jose Mourinho untuk memainkan Wayne Rooney, tapi sang pelatih masih memberikan Ibra kepercayaan dalam menyelesaikan laga tersebut.

Melawan Burnley, sebenarnya ibrahimovic tidak tampil buruk, hanya saja penyelesaian yang buruk membuat dirinya menjadi frustasi dan itu terlihat pada raut wajah mukanya pada saat laga sedang berlangsung.

Komentar Mourinho

mu-vs-burnley

Bukan Mourinho namanya jika tidak memberikan komentar-komentar pedasnya dalam setiap laga. Pelatih dengan julukan The Special One itu merasa kesal atas jalannya laga tersebut.

Ia merasa di kerjai oleh wasit yang memimpinnya jalannya pertandingan. Seharusnya MU bisa mendapatkan dua pinalti ketika beberapa kali tendangan di dalam kotak pinalti membentur tangan pemain bertahan tim tamu.

“Saya merasa kesal dengan laga ini, wasit sepertinya tidak ingin kami menang dan meraih tiga angka. Seharusnya kami bisa mendapatkan dua kali tendangan pinalti tapi itu semua menjadi sia-sia ketika keputusan wasit tidak adil kepada tim ini,”

Menurut Mourinho, MU tidak sepatutnya mendapatkan hasil imbang. Permainan menyerang yang telah diterapkannya menjadikan pertahanan Burnley bulan-bulanan pada laga tersebut. “Ini adalah hari buruk dimana seharusnya menang tapi hanya mendapatkan hasil imbang. Ini semua diluar perkiraan kami tapi inilah sepakbola tidak ada yang pasti meskipun pertandingan sepenuhnya milik kami,” jelas Mourinho.

Leicester Menang Di Kandang Sendiri

leicester-vs-crystal-palace

Hasil pertandingan pekan kemarin antara Leicester City kontra Crystal Palace berakhir untuk kemenangan tuan rumah Leicester. Skor yang meyakinkan, yaitu 3-1 akan menjadi modal penyemangat anak asuh Ranieri tersebut dalam menlakoni laga-laga lainnya. Bermain di depan pendukungnya sendiri, The Foxes mampu tampil sebagai pemenang dan sekaligus berhasil mengantongi poin penuh pada laga tersebut.

Kemenangan indah dan sangat berarti bagi Vardy CS, karena dalam beberapa pekan ini, juara bertahan Liga Inggris itu harus jatuh bangun dalam meraih kemenangan. Performa serta permainan yang menurun menjadi tugas berat bagi Ranieri. Melawan Crystal Palace adalah momen tepat untuk mendapatkan kemenangan guna memperbaiki posisi mereka pada klasemen sementara.

Penyerang berkewarga negaraan Nigeria, Ahmed Musa menjadi pembuka gol bagi tuan rumah. Di menit ke-42 pemain depan berusia 24 tahun tersebut mampu melesakkan bola ke gawang tim tamu. Gol pembuka seolah-olah telah membakar semangat para anak asuh Ranieri. Tekanan dari para pendukung yang menginginkan klub mereka memperbaiki posisinya di klasemen itu membuat Vardy dan kawan-kawan harus ekstra keras untuk meraih tiga poin.

Shinji Okazaki Tampil Merepotkan

shinji-okazaki

The Foxes patut berterimakasih kepada penyerang berpaspor Jepang, yakni Shinji Okazaki. Di pasang sebagai gelandang serang, meskipun posisi sebenarnya adalah seorang penyerang. Ranieri menempatkan pemain tersebut tepat berada di belakang Ahmed Musa. Permainan Okazaki benar-benar memberikan dampak positif bagi rekan-rekannya pada saat laga berlangsung.

Seperti tidak mengenal rasa lelah, dirinya itu terus berlari dan selalu berusaha menempatkan posisi yang membuat perhatian para pemain bertahan Crystal Palace menjadi terpecah. Menit ke-63 Okazaki benari-benar mencetakkan namanya di papan skor. Keunggulan sementara ini menjadi permainan tim tamu semakin tidak berkembang dan praktis hanya bisa bertahan.

Ranieri memberikan instruksi untuk terus melakukan serangan-serangan. Okazaki menjadi kreator serangan yang sangat berbahaya pada laga tersebut. Beberapa kali dirinya memberikan umpan-umpan matan dan terukur namun penyelesaian Vardy masih kurang bagus, sehingga gagal dalam mencetak gol.

Pelatih Leicester, Alan pardew harus berfikir untuk bisa menyerang sang juara bertahan. Bermain bertahan dan sudah tertinggal dua gol, Crystal Palace semakin terpuruk pada laga tersebut. Ranieri mencoba untuk mengendurkan serangan, tapi semua itu justru membuat permainannya menjadi tidak berkembang.

Sekali lagi melalui serangan balik cepat yang dilakukan anak-anak tuan rumah membuat skuad Alan pardew semakin terpuruk. Kali ini gol Leicester di sumbang oleh Christian Fuchs. Posisinya seorang pemain bertahan tapi mampu mencetak gol melalui serangan balik cepat. Menit ke-85 dirinya itu telah mengubah papan skor menjadi 3-0 untuk keunggulan sementara tuan rumah.

Tidak ada jalan lain untuk Crystal Palace untuk bermain menyerang jika tidak ingin dipermalukan. Selang 5 menit dari gol ketiga, Cabaye berhasil memperkecil kekalahan menjadi 3-1. Sampai babak kedua berakhir, satu-satunya gol hiburan untuk tim tamu tidak bertambah.

Menjaga Performa Kemenangan

ranieri

Seusai laga, Ranieri melakukan sesi jumpa pers. Dirinya terlihat sangat puas dengan hasil yang didapat. Menang 3-1 adalah modal bagus agar skuadnya bisa mengakhiri hari-hari buruk sepanjang beberapa pekan. Sebagai juara bertahan tidak seharusnya berada di posisi papan tengah dan jauh dari tangga juara.

“Saya senang dan cukup puas dengan apa yang mereka lakukan di lapangan tadi. Permainan menarik telah kami peragakan sepanjang pertandingan. Hanya saja tuga kami sekarang adalah menjaga performa kemenangan ini agar bisa selalu dekat dengan kami,” jelas Ranieri kepada media olahraga di Inggris.

Kemenangan ini di persembahkannya untuk para pendukung The Foxes karena telah setia kepada tim meskipun saat ini sedang tidak bagus keadaannya.  Setelah menjuarai Liga Inggris, anak asuh Ranieri tampak selalu kesulitan dalam meraih setiap tiga poin.

Main Di Emirates Arsenal Di Tahan Imbang

arsene-wenger

Pasukan meriam London, Arsenal hanya mampu bermain imbang dengan skor kacamata melawan Middlesbrough. Meski bermain di Stadion Emirates, klub yang diasuh oleh Arsene Wenger itu tidak mampu berbicara banyak pada babak ke-9 Liga Inggris beberapa hari lalu.

Bernafsu bisa menang dalam laga tersebut demi menyodok posisi atas dan menggeser City pada klasemen ternyata tidak sesuai harapan.

Sejumlah peluang berhasil diciptakan oleh tuan rumah. Kotak pinalti Middlesbrough menjadi ajang para pasukan meriam London tersebut dalam memborbardir tim tamu.

Dukungan penuh dan sorak-sorak pendukung Arsenal tidak ada henti-hentinya memberikan nyanyian-nyanyian memberi semangat.Kualitas pemain diatas rata-rata yang dimiliki The Gunners ternyata tidak bisa memberikan kemenangan pada laga tersebut.

Bermain setengah lapangan, pasukan Arsene Wenger tidak ada hentinya memberikan tekanan terus menerus terhadap lini pertahana tim tamu.

Memberikan serangan yang mengalir dari segala lini harus kandas beberapa kali dari rapatnya dan disiplinnya para pasukan The Boro (julukan Middlesbrough).

Cara Bermain Arsenal

arsenal-vs-middlesbrough

Hasil imbang tanpa gol yang dilakoni oleh Arsenal telah membuat pelatih mereka merasa kecewa. Gaya permainan dengan umpan-umpan pendek terukur dan cepat ternyata belum bisa memberikan hasil maksimal.

Wenger merasakan kekecewaan karena cara bermain serta strategi yang di terapkan tidak juga membuahkan gol barang satupun hingga pluit babak kedua berakhir.

“Hari ini rekan-rekan di lapangan sedang tidak beruntung. Strategi dan cara mereka bermain sudah sangat bagus tapi tidak ada satupun peluang yang berbuah menjadi gol, untuk kemenangan kami,” kata Wenger memberikan penjelasan kepada media lokal. Rasa kecewanya melihat anak asuhnya itu tidak bisa memberikan satu gol pun, membuat dirinya merasa heran.

Arsenal mengendalikan jalannya pertandingan semenjak pluit babak pertama dibunyikan sampai berakhirnya babak ke-2.

sanchez

Para gelandang pasukan meriam London dengan nyamannya melakukan pergerakan mulai dari lini tengah hingga ke kotak Pinal. Ozil, Walcot, Iwobi dan Sanchez sering membuang banyak peluang yang seharusnya bisa menjadi gol untuk memastikan puncak klasemen Liga Inggris.

“Pemain kami selalu memberikan tekanan sepanjangan pertandingan, tapi tidak satupun gol tercipta. Kesalahan terletak pada kami, kurang efiesiennya dalam melakukan penyelesaian menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki. Dia (Ozil) terlalu sering memaksakan bermain individu dan Sanchez juga terlalu sering kalah ketika berduel dengan pemain belakang mereka,” jelas Wenger.

Gagal Kudeta City

Arsene Wenger bukan hanya kecewa dengan hasil pertandingan, tapi dirinya juga merasa kesal karena The Gunners juga gagal melakukan kudeta terhadap Man City. Seharusnya jika saja pada laga tersebut, pasukan meriam London bisa meraih tiga poin maka posisi pucuk bisa mereka ambil alih.

“Saya kecewa dengan hasil ini, visi dan misi kita sudah sepakat untuk melengserkan pemuncak klasemen tapi inilah sepakbola tidak tahu kapa anda akan bermain bagus dan menang,” jelas sang pelatih.

Pemain yang di dominasi oleh para pemain muda telah memberikan tenga lebih pada setiap serangan. Arsenal tidak bisa memanfaatkan peluang dan selalu memberikan penyelesaian akhir yang berujung sia-sia.

Melawan Middlesbrough seharusnya bisa menjadi ajang The Gunners dalam meraih tiga poin, tapi sangat disayangkan anak asuh Wenger itu tidak mampu memberikan pesta pada laga tersebut di kandang sendiri.